OLEH ; NURFAJRI MURSALIN
Ekonomi adalah salah satu bidang yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Dalam sebuah Negara pun ekonomi memiliki pengaruh paling besar dalam mengontrol seluruh aspek kehidupan. Terbukti, majunya suatu bangsa dilihat dari kondisi perekonomian dan sistem ekonomi yang dimiliki suatu Negara itu. Negara-negara yang kemudian kita sebut maju pada hari ini, itu karena dalam bidang perekonomian Negara tersebut mampu menguasai Negara-negara lain yang sedang berkembang.
Negara-negara berkembang atau Negara-negara industry yang hadir pada hari ini melakukan penguasaan terhadap Negara-negara berkembang dengan melakukan ekspansi ke suatu Negara dalam ranah ekonomi untuk menguasai pasar dan sumber daya Negara tersebut. Mulai dengan kerjasama bilateral sampai kerjasama multilateral.
Pasca perang dingin, dimana proses penguasaan Negara terhadap Negara lain dimulai dengan adanya revolusi industry di Perancis. Ditemukannya pabrik atau alat industry mengakibatkan Negara-negara eropa harus merambah ke Negara-negara lain yang memiliki sumber daya untuk diekploitasi menjadi hasil industry. Dengan tujuan semata-mata untuk menguasai perekono ian di dunia ini.
Ekspansi yang kemudian terjadi merambah sampai ke Asia yang diketahui memiliki sumber daya yang melimpah dan juga sampai ke wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Ekspansi dari portugis, belanda yang masuk ke Indonesia dilanjutkan oleh jepang dan sampai pada hari ini beberapa Negara berkembang masuk ke Indonesia dengan cara lain dan melakukan penguasaan terhadap ekonomi di Indonesia.
Negara –negara yang berkembang masuk ke Indonesia dengan paham ekonomi yang dikenal dengan Kapitalisme dan neoliberalisme. Kapitalisme yang berkembang pada hari ini berhasil meronrong dan mengambil hak-hak kesejahteraan dari masyarakat. Dimana masyarakat di Indonesia justru semakin banyak yang berada di bawah garis kemiskinan seiring bertambahnya gedung-gedung yang diirikan untuk maksud perkembangan ekonomi Indonesia. Sehingga tujuan Negara yang menjanjikan mensejahterahkan masyarakat Indonesia mustahil akan terwujud.
Apa yang menjadi penyebab?
Karl marx pernah memaparkan bahwa Kapitalisme akan menciptakan dua kubuh dalam sebuah tatanan masyarakat, yaitu kaum Borjuis (Pemilik modal) dan kaum proletarian (buruh). Dimana Marx menyatakan bahwa kapitalisme akan mengeksploitasi sumber daya yang ada dengan mmpekerjakan para kaum buruh untuk memberikan kruntungan yang sebesar-besarnya kepada para pemilik modal. Sehingga kaum buruh hanya bekerja untuk memberikan kekayaan bagi para pemilik modal yang menginvestasikan modal pada industri.
Menyimak apa yang pernah dipaparkan Marx, maka kondisi Indonesia sekarang ini telah dikuasai oleh kapitalisme. Dimana Pemilik Modal telah menguasai hamper seluruh wilayah Indonesia yang dianggap potensial untuk diekploitasi dan kaum buruh yang bekerja pada industry-industri pasar yang disediakan pemiliki modal. Namun, yang lebih ironis dan miriskan hati, dimana yang menjadi pemilik modal adalah orang-orang dari Negara lain (Orang Asing) yang masuk menguasai Indonesia atas izin dari pemerintahan Negara ini dan yang mengisi industry-industri itu adalah warga pribumi yang hanya dipekerjakan sebagai kaum buruh.
Kapitalisme masuk ke Indonesia dengan cara melakukan hegemoni, melakukan perjanjian kepada pihak-pihak yang nantinya akan menduduki jabatan strategis di Negara ini dengan cara memberikan bantuan sokongan dana dalam berkampanye untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari masyarakat, bahkan tidak jarang memakai sistem “money politik”. Sehingga pihak-pihak yang nantinya akan menduduki jabatan-jabatan strategis itu mengesahkan atau mengeluarkan kebijakan menyangkut bidang ekonomi untuk memberikan ruang kepada pihak-pihak yang memberikannya bantuan tadi. Oleh karenanya, akan terjadi ekploitasi Sumber Daya yang berlebihan namun semata-mata tidak diperuntukkn mensejahterahkan rakyat melainkan untuk member keuntungan yang besar kepada pihak-pihak yang ada tadi (Kaum Kapitalis).
Siapa yang berada dibalik kaumkapitalis?, kalau kita melakukan sebuah analisis maka ini semua akan berujung kepada Amerika Serikat. Ini menjadi bukti bahwa AS pada hari ini, senantiasa melakukan proses imperialism modern dengan cara sistem hegemoni perekonomian yang ada di Indonesia, yang mana hasil dari semua itu adalah hasil eksploitasi dari Sumber Daya (bahan baku dan buruh) yang di[pekerjakan pada pabrik-pabrik dan industry yang mereka dirikan di Indonesia.
Seharusnya, menjadi bangsa Indonesia harus membuat kita malu dan merasa dilecehkan martabatnya. Karena, dimana justru dalam Negara sendiri kita terjajah oleh Negara lain sebagai pemilik modal (AS). Namun, jika ini semua kita tarik sebuah benang merah maka akan berujung kepada geopolitik yang ada di Indonesia. Dimana yang menguasai pemerintahan hari ini telah menjual harga diri bangsa Indonesia kepada pihak asing yang memiliki modal. Pemeritah hari ini telah banyak memberikan izin dan menetapkan kebijakan yang tidak mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Dimana mereka justru merasa bangga karena banyaknya investor asing yang masuk mengeksploitasi Sumber daya Negara, dan mempekerjakan masyarakat sebagai buruh dan pegawainya.
Apa yang mesti dilakukan?
Dalam menanggapi ,masalah ekonomi yang begitu kompleks ini. Maka perlu dilakukan langkah strategis untuk melakukan perubahan terhadap sistem ekonomi yang ada, dimana telah menkebiri hak-hak masyarakat hari ini sebagai pemiliki Sumber Daya. Dimana warga tak pernah menikmati sepenuhnya apa yang menjadi kekayaan daerahnya. Justru sebaliknya yang mereka terima, yakni memberikan banyak keuntungan kepada pihak-pihak asing yang mengelola sumber daya. Sehingga, semakin banyaknya pabrik-pabrik industry dan pasar yang hadir di Indonesia pada hari ini, akan mengakibatkan lebih banyak pula masyarakat yang akan terkebiri hak-haknya atau dirampas hak-haknya (dalam hal ini hanya menjadi penonton ketika Sumber Dayanya digerus dan dihabiskan oleh pihak asing.
Oleh karena itu, sebuah gagasan konsep ekonomi yang mesti diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi baru. Dimana, memiliki aturan yang jelas tentang kebijakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi. Adapun konsep dan gagasan itu akan kami paparkan.
Gagasan-gagasan sistem ekonomi hari ini tak banyak berbeda dengan kapitalime, dimana hanya berkutat tentang bagaimana mensejahterahkan pemiliki modal. Sehingga lahirlah sistem ekonomi yang dinilai baik diterapkan di Indonesia. Adapun konsepsi sistemnya adalah ekonomi berbasis tiga pilar, Dimana pemerintah menjadi pengontrol dari tiga pilar yaitu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Industri swasta dan Koperasi.
Badan Usaha Milik Negara adalahpilar ekonomi yang langsung dikelola oleh Negara, dimana tetap akan member jaminan terhadap kesejahteraan masyarakat. Industri swasta atau Pasar Bebas adalah pilar yang dikelola bebas oleh masyarakat namun tetap mendapat control oleh pemerintah, sehingga tidak melenceng dari sistem yang ada. Sedangkan pilar ke-tiga adalah koperasi, ini adalah kolaborasi antara BUMN yang langsung dikelola oleh Negara dengan Indusry Swasta yang dikelola oleh masyarakat secara langsung. Dan posisi para pemodal dalam sistem ekonomi ini berada di dalam ke-tiga pilar ini tapi hanya menjadi penunjang dan investasi kepada tiga pilar yang ada, atau dengan kata lain pemerintah yang memiliki kewengan penuh dalam sistem ekonomi ini tapi tidak melenceng dari amanah konstitusi untuk mensejahterahkan rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar